Dilansirdari Ensiklopedia, sebelum membacakan naskah pidato atau berpidato, hal yang terlebih dahulu kita lakukan adalah memahami pokok-pokok isi pidato. Baca Juga Untuk Meningkatkan Kepedulian Warganya Tentang Kesehatan, Fullan, Lurah Desa Makmur Membuat Slogan. Dilansirdari Ensiklopedia, sebelum seorang guru menetapkan suatu program pembelajaran, terlebih dahulu harus mempelajari dan menguasai gbpp. Baca Juga: Sendi yang menghubungkan tulang ibu jari dengan tulang telapak tangan adalah sendi ItulahPenjelasan dari Sebelum seorang guru menetapkan suatu program pembelajaran, terlebih dahulu harus mempelajari dan menguasai? Kemudian, kami sangat menyarankan anda untuk membaca juga soal Pancasila resmi disahkan pada tanggal? lengkap dengan kunci jawaban dan penjelasannya. Apabila masih ada pertanyaan lain kalian juga bisa langsung ajukan lewat kotak komentar dibawah - Dilansirdari Ensiklopedia, sebelum seorang guru menetapkan suatu program pembelajaran, terlebih dahulu harus mempelajari dan menguasai gbpp. Baca Juga: Pembentukan Badan Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Junbi Cosakai) oleh pemerintah Jepang pada 1 Maret 1945, pada hakikatnya dimaksudkan untuk? ItulahPenejelasan dari Pertanyaan Sebelum seorang guru menetapkan suatu program pembelajaran, terlebih dahulu harus mempelajari dan menguasai? Kemudian, kami sangat menyarankan anda untuk membaca juga soal Siapa wakil presiden Indonesia yang pernah menjabat sebagai ka kwarnas gerakan pramuka pada tahun 1973-1978? lengkap dengan kunci jawaban sebelummembacakan naskah pidato hal yg harus terl MA. Michael A. 25 November 2021 03:09. sebelum membacakan naskah pidato hal yg harus terlebih dahulu kita lakukan adalah. 19. 1. Jawaban terverifikasi. WW. W. Wahyuni. Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Makassar. y140l2. ï»żKompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. "Menulis adalah mencipta, dalam suatu penciptaan seseorang mengarahkan tidak hanya semua pengetahuan, daya, dan kemampuannya saja, tetapi ia sertakan seluruh jiwa dan napas hidupnya". - Stephen KingMenulis adalah satu hobi saya sejak kecil. Namun, hobi itu kembali muncul saat usia saya mulai tidak muda lagi. Saya ingin memiliki kemampuan menulis yang baik. Menulis adalah suatu keterampilan yang harus dilatih terus menerus. Ibarat mata pisau, meskipun awalnya dia tajam, tetapi akan tumpul juga jika tidak diasah. Saya ingin mengasah kembali kemampuan menulis yang saya peroleh saat saya masih duduk di bangku kuliah jurusan Bahasa Indonesia. Jujur saja selama menjadi guru, produktivitas saya menulis hanya sebatas menulis bahan ajar, rencana pembelajaran, laporan hasil belajar diary. Saya intens menulis diary. Saya sering menulis puisi atau cerpen, tetapi hanya sebatas menjadi koleksi pribadi saja tanpa memiliki keberanian untuk mempublish karya-karya tersebut. Saya berani membagikan tulisan hanya di beberapa media sosial yang saya miliki, itu pun sangat saya mengikuti beberapa komunitas menulis agar keterampilan saya kembali terasah tajam. Ada lima belas antologi yang ditulis bersama dengan teman-teman di komunitas yang berbeda. Ada satu naskah solo yang merupakan kumpulan cerpen yang saya tulis. Kegiatan- kegiatan dalam komunitas menulis itu memberikan energi positif dan keberanian kepada saya untuk terus menerus menghasilkan karya tulis dalam bebrbagaigenre tulisan. Ada beberapa kelas menulis yang memberikan bimbingan teknik penulisan dari para mentor yang mumpuni dalam segi teknik menulis. Dengan mengikuti kelas-kelas tersebut, saya menjadi lebih paham untuk menghasilkan tulisan yang baik. Ada catatan-catatan kecil yang saya buat saat akan menulis sebuah karya tulis. Mungkin akan bermanfaat bila dibagikan kepada teman-teman lain, khususnya bagi para penulis yang belum memiliki kepercayaan diri dalam menulis. Menulis merupakan salah satu hobi yang banyak disukai orang. Menulis merupakan kegiatan yang dapat dijadikan terapi buat orang yang sering ungkapan perasaan atau hasil pengamatan yang dilakukan seseorang dapat dituangkan dalam tulisan. Selain bisa mengurangi beban perasaan, karya tulis kita dapat bermanfaat untuk orang lain. 1 2 3 Lihat Hobby Selengkapnya – Banyak orang merasa memiliki kemampuan menulis naskah untuk dijadikan buku, apa pun jenisnya. Namun, tidak sedikti yang masih meragukan apakah naskah dibuatnya layak diterbitkan atau tidak. Berbagai penerbit buku mempunyai kriteria masing-masing untuk bisa menerbitkan satu buku. Umumnya hal penting dilihat dari suatu naskah yaitu isi ceritanya, antara lain terdiri dari karakter tokoh, alur cerita, serta latar belakang waktu, tempat, dan kejadian. “Yang pasti adalah cerita. Kalau ceritanya outstanding, waktu editor lihat plot-nya tidak biasa, pemilihan narasinya bagus. Kemungkinan besar akan diterbitkan,” ucap Public Relations Gramedia Pustaka Utama GPU, Dionisius Wisnu, saat berbincang di kantor Redaksi Kamis 25/7/2019.Dia mengungkapkan, bab di bagian awal naskah merupakan kunci utama yang diperhatikan penerbit. Maka dari itu, penulis harus membuat isi cerita di bagian awal terasa begitu kuat sehingga naskahnya layak untuk diterbitkan. Baca juga Tertarik Menulis Novel? Simak Tips dari Penulis Novel Terlaris Sehubungan dengan itu, sebelum mengirimkan naskahnya ke penerbit, ada baiknya seorang penulis mengetahui terlebih dahulu faktor apa saja yang diperhatikan dalam suatu naskah dan bagaimana tipsnya agar naskah tersebut layak terbit menjadi suatu dipublikasikan di situs resmi berikut ini penjelasannya 1. Naskah sesuai tata bahasa Banyak orang merasa mampu menulis dan memiliki karya yang bagus, lalu menawarkan naskah cerita yang menurut mereka akan disukai pembaca. Namun, hal yang tidak boleh dilupakan bahwa hasil karya berupa naskah tulisan juga harus dibuat sesuai aturan dan tata bahasa yang ditentukan. “Kadang orang merasa mereka mampu menulis, tapi saat naskah hardcopy datang ke penerbit masih ada yang belum rapi. Karena sebenarnya yang dilirik pertama kali adalah rapi. Sudah selesai belum sama grammar-nya, sama ejaannya. Itu dulu nomor satu,” ujar Siska Yuanita, editor penerbit GPU. Maka dari itu, sebelum mengirim naskah ke penerbit, pastikan dahulu tulisan tersebut sudah sesuai dengan aturan baku Bahasa Indonesia, misalnya tentang ejaan, kaidah penulisan, pemilihan kosakata, dan struktur kalimat. Penulisan yang bagus seringkali dilihat sebagai sebuah seni, dan memang ini bisa menjadi sesuatu yang cukup mengintimidasi. Ada beberapa peraturan—dan bahkan ilmu—di balik penulisan yang baik dan benar. Otak kita bekerja dengan cara tertentu; jadi peraturan apa yang perlu kita ketahui untuk menulis dengan cara yang paling dimengerti oleh otak kita? Untuk mencari jawabannya kita perlu bertanya kepada Steven Pinker. Beliau merupakan ilmuwan otak dan seorang ahli Bahasa di Harvard. Beliau juga merupakan salah satu orang yang merancang American Heritage Dictionary. Baru-baru ini Steven dimasukkan ke dalam daftar 100 psikologis paling berpengaruh di era modern. Di artikel ini kamu akan mempelajari tentang Dua elemen penting yang akan meningkatkan kualitas penulisanmu. Kesalahan terbesar yang sering terjadi—dan cara untuk mengatasinya. Ilmu di balik penulisan yang baik. Cara yang paling mudah untuk meningkatkan pengetahuan struktur bahasamu. Dan masih banyak lagi. Mari kita mulai. 1 Imajinasikan kata-katamu dan anggaplah menulis sama dengan bercakap-cakap Sepertiga otak manusia didedikasikan untuk penglihatan. Jadi dengan berusaha untuk membuat pembaca kita “melihat” merupakan tujuan yang bagus dan memvisualisasikan kata-kata kita dapat memberi efek yang signifikan. Dan ada baiknya juga menggunakan Bahasa percakapan sehari-hari. Terlalu banyak orang yang berusaha untuk membuat orang lain terkesan dengan berusaha terdengar pintar. Namun hasil penelitian justru menunjukkan bahwa usaha ini terkadang justru membuatmu terlihat bodoh 
mayoritas lulusan S1 mengakui bahwa mereka sering berusaha menggunakan kata-kata yang kompleks untuk membuat tulisan mereka terkesan lebih pintar. [
]Hasil eksperimen 1-3 memanipulasi kerumitan dari teks yang dihasilkan dan menemukan adanya hubungan yang negatif antara kerumitan dan kepintaran yang tampak. Penelitian menunjukkan bahwa hal-hal yang mudah untuk diproses oleh otak kita akan terasa lebih nyata dibandingkan dengan konsep yang masih perlu diretas. Cobalah menyamakan dirimu dengan pembacamu. Kalau kamu berusaha untuk membuat mereka terkesan dengan kata-kata kosong, kamu justru akan membuat mereka merasa bodoh, dan tidak ada yang suka merasa bodoh. Bayangkan kamu memberitahu teman yang sama pintarnya denganmu sesuatu yang tidak mereka mengerti. Dua hal sederhana berikut—memvisualisasikan kata-katamu dan menggunakan kata-kata sehari-hari—dapat meningkatkan kualitas tulisanmu. Namun ini bukanlah penghambat no. 1. 2 Berhati-hatilah akan “Kutukan Pengetahuan” Alasan utama mengapa tulisanmu kurang jelas bukanlah salahmu. Otakmu sebenarnya tidaklah diprogram untuk menulis dengan baik, dan justru sebaliknya. Begitu kamu memahami sesuatu, kamu akan berasumsi bahwa orang lain pun paham akan hal ini. Ini merupakan sesuatu yang alamiah bagi semua orang. Dan ini justru menciptakan penulisan yang buruk. Pernahkah kamu mendengar orang berkata, “Coba jelaskan padaku seakan aku ini anak berumur 5 tahun”? Ini merupakan trik untuk mengatasi kutukan pengetahuan tersebut. Jadi apa cara terbaik untuk menghindari hambatan no. 1 dalam menulis? Lakukanlah apa yang telah sering dilakukan oleh banyak penulis Mintalah orang lain untuk membaca karyamu dan memberikan masukan dan memberitahumu apakah kata-katamu masuk akal bagi mereka. Dengan kata lain, carilah seseorang untuk menjadi editormu meskipun seseorang ini adalah temanmu Larry. Apa yang perlu kamu lakukan untuk memastikan pembacamu terus membaca karyamu dari awal sampai akhir? 3 Jangan Bertele-tele Yes, ini adalah pepatah lama dari dunia jurnalisme. Apa maksudnya? Sebutkanlah inti dari pesanmu dari awal, dan jangan berpanjang-lebar terlebih dahulu. Yang sebelumnya tidak kuketahui adalah bahwa ini bukanlah sekadar pepatah lama di dunia jurnalisme—namun ini juga didukung oleh hasil riset. Orang-orang perlu poin-poin referensi agar mereka dapat mengikuti dan memahami argumenmu—tanpanya, pembacamu akan kebingungan dan kehilangan jejak. Atau mungkin kamu merasa ini akan membuat tulisanmu terasa kurang misterius? Sekali lagi ya Berhentilah berlagak pintar dan berhenti bertele-tele. Misteri tidaklah berguna kalau pembacamu sama sekali tidak memahami pesan yang kamu sampaikan dan justru berhenti membaca setelah membaca paragraf pertama. Kapan kamu perlu menyampaikan topikmu kepada pembacamu? Sesegera mungkin. Tidak terlalu lama setelah kamu memulai kalimat pertamamu. Penempatan inti dari penulisanmu tidaklah lebih penting dari pada keharusan untuk menyampaikannya dari awal penulisanmu. Tentu saja ada para pelawak, pendongeng, penulis esay, dan penulis novel misteri yang dapat membangun sebuah suasana misterius kemudian menutupnya dengan penyelesaian kasus secara tiba-tiba. Namun para penulis lainnya perlu memiliki tujuan utama untuk menyampaikan informasi, dan bukan justru untuk membodohi, dan ini berarti mereka perlu memperjelas maksud ini kepada para pembacanya. Jadi kamu telah berusaha untuk menulis dengan gaya Bahasa yang alami dan memberitahu pembacamu mengenai inti dari pesanmu. Bagus! Apakah kamu terkesan pintar sekarang? Bisa saja, sesekali. 4 Kamu tidak Perlu Mengikuti Semua Peraturan yang Ada Namun Cobalah Kita semua tahu orang-orang yang sangat menaati peraturan struktur Bahasa, seperti misalnya mengikuti penggunaan “di mana” dan bukannya “dimana,” dan tidaklah terlalu senang saat penggunaan kata ini disalahgunakan. Namun orang-orang ini seringkali lupa bahwa saat kita berbicara mengenai gaya Bahasa, orang-orang gila lah yang menjalankan rumah sakit jiwa ini. Kamus bukanlah suatu set peraturan. Kamus selalu mengikuti perkembangan Bahasa yang ada, dan bukanlah suatu peraturan yang justru harus ditaati. Karenanya, saat kita membicarakan Bahasa yang baik dan benar, tidak ada seorang pun yang harus ditaati—rumah sakit jiwa saja dipenuhi oleh orang-orang gila. Para editor kamus selalu banyak-banyak membaca, dan selalu terbuka dalam menerima sebuah kata baru dan penggunaan yang digunakan oleh banyak penulis dalam banyak konteks yang berbeda-beda, dan para editor ini menambah dan mengubah definisi yang ada sesuai dengan perkembangan Bahasa. Haruskah kita mentaati peraturan sebisa mungkin? Apakah ini akan membuat kualitas penulisan kita di atas rata-rata? Tentu saja. Namun adanya kreativitas tidak pernah dilarang. Bahasa akan selalu, harus selalu, dan dapat berubah dan ini merupakan sesuatu yang sama sekali tidak buruk. Untuk menjadi penulis yang baik, kamu perlu memahami dengan baik peraturan yang ada sebelum kamu dapat melanggarnya. Karenanya kamu perlu mempelajari peraturan agar kamu bisa melanggarnya apabila perlu. Apa cara terbaik untuk mempelajari peraturan tersebut tanpa membuatnya menjadi sebuah beban seakan kita sedang mengulang kelas Bahasa lagi? 5 MEMBACA Banyak penulis-penulis ternama justru tidak pernah membaca buku yang mengajari mereka bagaimana cara menulis. Sama sekali. Lalu bagaimana cara mereka belajar menulis? Dengan membaca, membaca, dan membaca. Panduan menulis tentu saja merupakan sarana yang perlu dimanfaatkan, namun siapapun yang ingin meningkatkan kualitas membaca mereka perlu banyak banyak membaca. Bahkan hasil penelitian menunjukkan betapa kamu dapat mengenal seorang penulis dari sekadar membaca karya-karya mereka. Jadi kamu akhirnya membaca. Namun ada satu hal terakhir yang perlu kamu lakukan dengan apa yang telah kamu tulis, dan memang, hal ini merupakan suatu faktor penentu yang penting. 6 Untuk menulis dengan baik, kamu perlu merevisinya Menjadi penulis yang baik tidak berarti semua kata-kata yang indah akan langsung terbentuk. Ini justru berarti kamu menghabiskan waktu untuk mengasah kemampuanmu. Ide-ide dapat membanjiri kepalamu, namun melakukan hal yang sama kepada orang lain tidaklah sama caranya. Ini merupakan sesuatu yang perlu dilatih. Kamu perlu meluangkan waktu untuk merevisi tulisanmu sendiri. Faktor penentumu ada di editanmu. Apa kamu pikir yang telah menghancurkan semua Bahasa tulisan adalah SMS, email, dan media sosial? Salah. Christian Rudder menunjukkan sebuah penelitian yang menunjukkan bagaimana Twitter justru dapat meningkatkan kemampuan menulis orang-orang dengan membuat mereka terus merevisi kata-kata mereka untuk menjadi lebih ringkas dan padat. Twitter mungkin justru telah mengasah kemampuan menulis para penggunanya karena media sosial ini memaksa mereka untuk menyampaikan pesan dalam batasan kata yang ada—seperti yang dikatakan oleh William Strunks “Hilangkan kata-kata yang tidak diperlukan,” dengan tiap ketikan yang dilakukan
 Namun jangan lupa untuk menikmati proses menulis yang ada ya. Oscar Wilde pernah berkata, “Seorang penulis adalah seseorang yang mengajari pemikirannya sendiri untuk melanggar peraturan.” Sumber Time JAKARTA - Dalam sebuah film, penulisan naskah cerita menjadi salah satu unsur yang sangat penting. Apalagi, naskah menjadi panduan dalam membangun alur cerita dan membentuk karakter mengasah kemampuan para sineas dalam menulis naskah berkualitas, Netflix, layanan hiburan streaming terkemuka di dunia, menyelenggarakan lokakarya virtual penulisan naskah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Jumat, 20 November 2020. Menampilkan Christopher Mack, Director, Creative Talent Investment & Development Netflix, sebagai pembicara, workshop ini dihadiri oleh lebih dari 400 lokal kreator dan berbagi praktik-praktik terbaik dalam storytelling agar penulis skenario dapat membuat dan mendokumentasikan ide film mereka dengan lebih efektif. Chris mengatakan seiring dengan pertumbuhan Netflix, pihaknya membutuhkan lebih banyak konten untuk jutaan penonton di seluruh dunia sehingga mereka membutuhkan lebih banyak penulis naskah. “Tugas saya adalah memastikan dapat memenuhi kebutuhan tersebut untuk mendukung strategi pertumbuhan konten kami, termasuk berinvestasi dalam program lokal yang mengajarkan keterampilan yang diperlukan untuk pembuatan dan produksi konten,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima Bisnis, Senin 23/11/2020.Christopher kemudian menekankan pentingnya membuat panduan cerita sepanjang 15 sampai 30 halaman sebelum mulai menulis naskah, yang mencakup enam bagian pertanyaan untuk membangun cerita, ikhtisar, latar belakang cerita, suasana, deskripsi karakter, dan garis besar cerita. “Hindari keinginan untuk langsung menulis naskah, lalu mulai memikirkan jalan ceritanya belakangan karena hanya akan membuat kita frustasi. Carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang cerita Anda terlebih dahulu dan masukkan dalam panduan sebelum menulis naskah sehingga Anda dapat menikmati pengalaman menulis yang lebih baik,” kemudian berbagi bagaimana Aristoteles, yang dianggap sebagai pencetus tiga struktur cerita, percaya bahwa plot, karakter, dan pemikiran adalah tiga pilar terpenting dalam penceritaan. Menurutnya, banyak orang yang percaya bahwa plot lebih penting daripada karakter. Namun di Netflix, karakter lebih penting karena penonton akan membangun hubungan dengan karakter, tidak harus dengan ceritanya. “Pemikiran adalah tema, yaitu ide pokok yang ingin Anda sampaikan kepada penonton. Jika cerita adalah perjalanan Anda untuk mencapai akhir, temanya adalah peta Anda,” itu, Sutradara dan penulis skenario Gina S Noer mengatakan dirinya sangat senang sekali dan melihat bahwa workshop ini sangat bermanfaat bagi penulis naskah pemula maupun yang sudah berpengalaman. Untuk penulis yang sudah berpengalaman, workshop ini mengingatkan kembali akan pentingnya karakter yang menarik dari sebuah cerita, terlepas formatnya, film atau serial, maupun mediumnya, layar lebar atau streaming. “Saya jatuh cinta pada karakter utama serial “The Queen’s Gambit” di Netflix, yaitu seorang anak yatim piatu yang berusaha keluar dan survive dari hidupnya yang berantakan lewat catur. Bukan hanya mengalahkan orang lain, tetapi dia berhasil mengalahkan dirinya sendiri. Sampai sekarang, serial ini masih saya tonton ulang dan saya pelajari bagaimana cara kreator membuat cerita yang begitu bagus,” merupakan pemenang Piala Citra Penulis Skenario Adaptasi Terbaik Festival Film Indonesia 2012 untuk film “Habibie & Ainun”, serta pemenang Piala Citra Penulis Skenario Adaptasi Terbaik untuk film “Keluarga Cemara” dan Penulis Skenario Asli Terbaik untuk film “Dua Garis Biru” Festival Film Indonesia dan penulis naskah Lucky Kuswandi juga menyampaikan hal senada. Workshop ini sangat bermanfaat karena dapat menambah wawasan dan mengingatkan dirinya untuk tidak hanya berfokus pada plot, tapi pentingnya mengetahui tema sebuah cerita dan bagaimana tema tersebut dieksplorasi melalui karakter. “Unsur dasar storytelling dieksplorasi dengan sangat baik dalam workshop ini, mulai dari karakter dan keinginannya, kebutuhan, dan apa yang mereka pertaruhkan. Sesuatu yang perlu diingat terus oleh kreator lokal. Pada intinya, ini semua adalah tentang karakter,” sendiri mengaku belajar banyak hanya dengan menonton film dan serial di Netflix. Sebab, banyak Netflix Original memiliki cerita yang sangat menarik. Universal, tetapi secara khusus menggambarkan cerita yang bertumpu pada karakter kompleks dan berlapis-lapis yang membuat pilihan sulit. “Saya suka ambiguitas dari karakter di film dan serial Netflix, serta betapa menariknya plot yang kemudian terungkap. Menurut saya, Netflix memiliki keberanian untuk menemukan suara-suara baru dan tetapi menarik bagi penonton,” ujar merupakan pemenang Silver Screen Award untuk Film Pendek Asia Tenggara Terbaik dan Sutradara Terbaik Film Pendek Asia Tenggara untuk film “The Fox Exploits the Tiger's Might” di Festival Film Internasional Singapura 2015, dan pemenang Student Award untuk film “The Fox Exploits the Tiger's Might” di Jogja-NETPAC Asian Film Festival. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Sebelumnya kita sudah membahas tentang pentingnya penulisan naskah digital. Tertarik menulis artikel? Atau menulis berita? Jika kamu mulai tertarik untuk terjun ke dunia penulisan, kamu harus mengetahui prinsip menulis. Dalam penulisan naskah, penulis yang baik berpedoman pada prinsip menulis. Walaupun menulis di media yang berbeda, namun cara mengkomunikasikan ide tetap sama, yaitu melalui kata- prinsip Menulis Menurut Carrol dalam bukunya yang berjudul "Writing For Digital Media", prinsip menulis merupakan hal penting. Prinsip- prinsip penulisan yang baik adalahBe Brief Singkat Penulisan harus jelas dan ringkas. Pembaca tidak mempunyai banyak waktu untuk membaca tulisan Precise Tepat Gunakanlah kata yang tepat sesuai dengan maksud penulis. Agar tidak bermakna ganda dan pesan yang disampaikan jelas, pilihlah kata yang Active Aktif Kalimat aktif lebih baik dibandingkan kalimat pasif. Penggunaan kalimat aktif membuat tulisan seakan Imaginative Imajinasi Berimajinasilah, gunakan analogi, perumpamaan, atau metafora agar tulisan menjadi lebih Direct Langsung Langsung ke intinya tanpa banyak basa- basi. Kalimat yang efektif dapat membantu memahami pembaca untuk memahami isi Consistent Konsisten Penggunaan kalimat harus seimbang. Saat menggunakan kalimat konjungsi koordinasi, gabungkan secara konsistenBe Aware Waspada Hindari plagiarisme, stereotip, generalisasi, lompat ke kesimpulan, argumen melingkar, dan menggunakan kata ganti yang terlalu sering. Hal tersebut dapat menjadi kendala umum yang dialami oleh penulisBe Concise Ringkas Perhatikan kata- kata yang kamu pilih. Pemilihan kata yang baik akan memudahkan pembaca memahami isi tulisanmu. Menurut Garrant dalam bukunya yang berjudul "Writing Multimedia and The Web", menulis untuk multimedia interaktif harus bisa menguasai berbagai teknik, seperti menulis untuk dibaca, menulis untuk didengar, menulis untuk di lihat, dan menulis untuk permintaan spesial. Pembaca web biasanya hanya membaca 'scan' informasi yang mereka butuhkan. Agar penulis menjadi efektif untuk pembaca, Nielsen menyarankan dalam "The Alertbox How Users Read on the Web" agar penulis* Menghighlight kata kunci* Menggunakan subjudul* Menggunakan bulleted list* Menyisipkan satu gagasan utama di setiap paragraf* Menggunakan prinsip penulisan piramida terbalik* Meminimalisir penggunaan kataAlat PenulisanMenulis juga membutuhkan alat. Menurut Clark dalam bukunya yang berjudul "50 Writing Tools", ia memberikan 50 alat penulisan, tiga diantaranya adalah*Bermain dengan kata- kata pilihlah kata- kata yang dapat menghidupkan tulisan. Kata- kata yang umumnya dihindari penulis tetapi umumnya dipahami oleh para pembaca.*Menggali secara konkret dan spesifik carilah informasi sebanyak mungkin. Berpikirlah secara kritis agar dapat menggali lebih banyak jawaban. Perhatikan secara spesifik detail- detail kecil.*Mengenali akar cerita terkadang topik dari cerita berakar pada budaya mendongeng. Kenali mitos, simbolis, dan puitis. Mulai MenulisJika sudah mengerti prinsip menulis, selanjutnya adalah eksekusi. Memulai penulisan dapat diawali dengan menemukan idenya. Pikirkan dan tuliskan apa pun yang ada di pikiranmu. Tulisalah gagasan pokok lalu kaitkan dengan ide- ide terkait. Selain metode tersebut, dapat juga menggunakan pertanyaan, seperti apa topiknya? Apa titik utamanya? Apa tujuan penulisannya?Setelah dasarnya siap, dilanjutkan dengan membuat rangkanya. Pikirkan kerangka penulisan yang enak bagi pembaca. Mulailah menulis kata hingga akhirnya menjadi paragraf runtut. Jangan lupa untuk membaca ulang, revisi bagian yang perlu diubah. Tulisan sudah siap untuk dipublikasikan. Lihat Hobby Selengkapnya

sebelum menulis naskah seseorang terlebih dahulu harus memahami